Senin, 05 Juni 2017 - 13:23:25 WIB
Vakum Sejak 1994, Pasar Rakyat Bangkali Diresmikan Bupati Rusman
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Muna - Dibaca: 114 kali

Sejatinya pasar ini beroperasi tahun 1972. Saat itu gairah penjual dan pembeli yang melakukan transaksi ekonomi terbilang tinggi, khususnya Desa Bangkali dan sekitarnya. Pasar ini tidak hanya beroperasi pada pagi hari melainkan sore dan malam. Namun seiring dengan waktu pasar ini perlahan-lahan mati suri dan akhirnya berhenti total sejak 1994. Perpindahan masyarakat Bangkali dari daerah ke tempat lainnya menjadi penyebab padamnya geliat ekonomi dipasar itu. Perpindahan pertama terjadi pada 1978 di Lakapodo. Kemudian menyusul tahunn1981 di Guali. Akibatnya secara perlahan masyarakat Bangkali menyusut. Diperparah lagi banyaknya masyarakat Desa yang berbelanja ke Kota. Pada waktu itu transportasi cukup memadai sehingga masyarakat cenderung membelanjakan uangnya di perkotaan. Rabu (17/5/2017) pasar bangkali kembali menghidupkan sejarah yang telah lama terkubur. Lewat tangan Bupati Muna LM. Rusman Emba, tempat transaksi jual beli yang diberi nama Pasar Kantaa resmi beroperasi. Masyarakat Bangkali kembali mencium aroma perputaran uang yang lezat. Nafas ekonomi kerakyatan kembali bergerak. Hujan mengguyur ketika peresmian digelar. Namun Bupati Rusman menyebut ini merupakan barokah yang penguasa langit. Harapannya salah satu tempat turunnya hujan ini menjadi barokah untuk kehidupan masyarakat Bangkali. Dirinya mengapresiasi berdirinya bangunan sederhana lewat inisiatif tokoh-tokoh masyarakat melalui dan ADD. "Memang dana ADD ini semakin menarik karena tahun ini ada penambahan dibanding tahun 2016. 2016 itu cuma sekitar 300 juta, sekarang sudah mencapai 720 juta. Tahun depannya sudah mencapai 100 kali lipat yaitun1,4 M. Kemudian ada dana perimbangan yang dikeluarkan dari APBD 10% ada penambahan 70 Milyar. Jadi perdesa itu sekitar 600 juta. Jadi tahun ini perdesa itu hampir 1,3 M. Saya kira ini luar biasa sekali," kata Mantan Senator DPD RI ini saat menyampaiakan beberapa patah katanya. Untuk diketahui kata "Kantaa" mengandung arti menunggu. Bila dilebarkan maknanya atau menurut terminologinya bahwa kantaa adalah menununggu orang-orang berjualan ditempat yang biasa menjadi tempat pertemuan. Sejarah terbentuknya pasar ini berawal dari penduduk tetangga Desa Bangkali yaitu Konawe. Ada warga tetangga yang bermata pencaharian sebagai penjual atau pedagang keliling diberbagai pasar. Produk utamanya saat itu adalah ikan kering karena dianggap bisa bertahan lama dan tidak mudah busuk. Pasar-pasar itu yakni pasar dana yang juga masih tetangga Desa dan Pasar di Desa Mabodo. Terakhir ini sedikit lebih jauh dari Bangkali, namun untuk kesana, rutenya dapat mengambil jalur Desa Bangkali. Pasar ini hanya beroperasi setiap tiga hari, itupun hanya jatuh pada pagi hari saja. Sebelum masuk pasar-pasar itu, pedagang keliling ini datang sehari sebelum pasar dibuka. Sebelum ke pasar-pasar itu pedagang ini singgah di Bangkali untuk istirahat disalah satu rumah warga. Rupanya kebiasaan beristirahat ditempat itu terus berlangsung sehingga masyarakat Bangkali melakukan transaksi dengan penjual-penjual tersebut. Karena semakin ramai lokasi itu dijadikan pasar yang kemudian dinamakan "Kantaa". Kebetulan tempatnya cukup luas dan memungkinkan untuk pembangunan pasar. (eko)

    Copyright © 2017 By Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Pemerintah Kab.Muna All rights reserved.