Senin, 26 Juni 2017 - 07:20:45 WIB
Kementan Jamin Sediakan Pembeli Jika Panen
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Muna - Dibaca: 75 kali

Kehadiran rombongan dari Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Desa Laiba Kecamatan Parigi menurunkan berkah ditanah Muna. Petani jagung setempat mendapat energi untuk menapaki mimpi yang indah. Kementan ajak petani menuai rupiah dengan bertanam jagung. Pemerintah menjamin dengan memanen jagung saat ini, petani bisa menggenggam masa depan yang lebih cemerlang. Petani tidak lagi khawatir dengan profesinya yang hanya berpenghasilan rendah. Kini petani bisa mengumpulkan pundi rupiah dengan bantuan pemerintah. Kementan hadir bukan dengan tangan kosong. Selain program gerakan tanam jagung juga sejumlah bantuan diturunkan. Kementan mengajak petani dengan menanam jagung lebih moderen dan hasil yang melimpah. Jika sebelumnya petani hanya mendapat hasil panen yang rendah dengan lahan satu hektar maka dengan bantuan Kementan ini bisa lebih menjanjikan pemetikan akhirnya. Hasilnya berbeda walau dengan jumlah lahan yang sama yakni satu hektar. Petani bisa membawa pulang segepok uang program pemerintah pusat ini. Rombongan jakarta ini membawa bantuan berupa benih jagung, corn planter, pompa air dan handtraktor. Staf ahli Kementan Prof. DR. Sam Haerudin memberi bantuan kepada petani secara simbolis pada petani jagung Desa Laiba diacara gerakan tanam di wilah tersebut, Kamis (22/2017). Staf Ahli Kementan ini menyebut bahwa benih jagung yang ditanam ini bisa menumbuhkan jagung dengan ukuran cukup besar. Dalam lahan seluas satu hektar panennya bisa menghasilkan 17 ton jagung. Baiknya lagi kementrin memberi jaminan pembeki pasca panen. Namun dengan syarat kualitas jagung yang baik yakni kadar airnya hanya 15 persen. Dijelaskan bahwa pemerintah memang wajib membeli hasil panen jagung. Pemerintah menggandeng rekan dari Bulog untuk mengambil hasil panen dan membayarnya. Pemerintah menetapkan harga Rp 3.150 perkilonya. Maka dengan satu hektar tanah saja petani bisa mengantongi uang puluhan juta rupiah dalam jangka waktu tiga bulan. Karenanya petani bisa sejahtera betanam jagung. Ini juga merupakan tujuan pemerintah yang mensejahterahkan masyarakatnya. Kasdam Kodam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Supartodi juga berkesempatan hadir di Desa Laiba. Dalam sambutannya Kasdam memberikan suplemen energi untuk giat bekerja menanam jagung. Pemerintah sudah memberi garansi pembeli setelah panen. Saat ini katanya indonesia sudah tidak mengimpor. Negeri tercinta ini sudah swasembada jagung. Harapannya tanah muna ini jadi benih pengekspor jagung diluar negeri. Pemerintah menurunkan semua kebutuhan tanam jagung. Karenanya tinggal masyarakat saja turun tanam jagung dengan lebih semangat supaya hasilnya lebih maksimal. Sementara Bupati Muna LM. Rusman Emba menyebut bahwa menanam jagung merupakan bagian kahidupan masyarakat. Tidak hanya di Muna ditanah rantauan pun seperti itu. Menanam jagung ini menjadi nafas dalam hidup masyarakat Muna. Sehari sebelum acara gerakan tanam jagung digelar Rusman sudah bertemu dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pertemuan itu membuahkan hasil. Mentan mengeluarkan bantuan untuk petani jagung Muna. Sejatinya acara ini dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman namun karena panggilan mendadak oleh Presiden Jokowi sejak di Bau-Bau sehari sebelum kegiatan digelar. Karenanya rombongan diwakil beberapa staf ahli kementrian dan direktur. Walau begitu rombongan dirasa cukup mewakili karena kelak akan memberikan informasi kepada menteri dan kemudian menurunkan bantuan. "Sebetulnya semangat masyarakat begitu luar biasa sekali apalagi kalau sudah ditunjang tekhnolgi. Selama ini tidak ada tekhnologi semua tradisional. Sebelumnya ini (lahan tanam jagung) banyak jambu mete. Cuma masyarakat antusias jagung bisa berproduksi," Kata Rusman. Pewarta : Eko Foto : Arman

Copyright © 2017 By Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Pemerintah Kab.Muna All rights reserved.