Sabtu, 19 Agustus 2017 - 06:43:40 WIB
Peringatan Hari Kemerdekaan, Parodi Cerita Rakyat Muna Digelar
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Muna - Dibaca: 107 kali

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 digelar di Alun-alun Kota Raha. Detik-detik proklamasi yang jatuh pada 17 agustus 2017 ini berlangsung hikmat. Bupati Muna LM. Rusman Emba berdiri sebagai inspektur upacara. Terik matahari pagi yang menempel diwajah tak menyurutkan niat peserta upacara untuk mengikuti kegiatan sekali setahun tersebut. Upacara tak lepas dari pasukan pengibar bendera atau paskibra. Mereka dilatih selama kurang lebih sebulan lamanya. Hasilnya sangat menggembirakan. Bendera merah putih berhasil dibentangkan dan dikibarkan. Pasukan pengibar bendera mempertontonkan sebuah karya gerak yang kompak hingga membawa sang merah putih berkibar diatas tiang bendera. Paskibra ini terdiri dari pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45. Iptu Syarifudin yang juga Kapolsek Kawasan Pelabuhan Raha dipercayakan sebagai komandan pasukan. Sementara lembawa baki berada ditangan Mega Rahmawati Maulana utusan dari SMA Negeri 1 Raha, putri dari pasangan H. Maulana dan Hj. Martini Amin. Dibelakangnya sebagai cadangan yakni Anggun Catur Sakti dari SMA 2 Raha. Dia adalah putri La Halisi dan Nur Aeni. Mereka yang betugas ditiang bendera merupakan urat nadi pasukan. Jika melakukan kesalahan akibatnya tentu tidak baik. Tapi tiga pasukan penggerek dan pembentang berhasil melakukan tugasnya dengan sempurna. Mereka adalah Muhammad Teguh Parawangsa dari SMA 2 Raha sebagai penggerek bendera dan Muhammad Harry Ashari dari SMA 1 Raha dipercaya untuk membentangkan bendera. Komandan dari mereka berdua adalahh Haerul dari MAN 1 Muna. Kehebatan Paskibra ini tak lepas olahan tangan tim pelatih. Mereka adalah Polres Muna, Kodim 1416 Muna dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Muna dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Muna. Usai upacara dilaksanakan, parodi dari cerita rakyat muna digelar. Isi ceritanya kurang lebih sebagai berikut. Pada zaman dahulu kala ketika belanda masih menjajah di Muna, seorang pemuda tanggung bernama La Raga dengan gelar Manu Lesi memperjuangkan kemerdekaan. Perjuangannya mengusir penjajah tidak berjalan mulus, La Raga diserang fitnah karena membantu belanda melawan bangsanya sendiri. La Raga mendengar isu itu tidak tinggal diam. Pemuda ini mencari siapa penyebab fitnah ini. Dalam pencariannya La Raga diperhadapkan dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Ternyata fitnah ini sudah menyebar di sekuruh kampung. Ketakutan La Raga hanya satu. Jangan sampai fitnah sampai ditelinga Wa Ria, seorang wanita yang menjadi pujaan hatinya. Upacara dan parodi selesai. Bupati, Wakil Bupati beserta rombongan bergeser menuju Taman Makam Pahlawan Watopute. Kegiatan selanjutnya ini merupakan ziarah makam dan tabur bunga untuk menghargai jasa para pahlawan. Upacara ziarah dipimpin Wakil Ketua DPRD Muna Arwin Kadaka. Pewarta : Eko Foto : Arman

Copyright © 2017 By Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Pemerintah Kab.Muna All rights reserved.