Minggu, 27 Agustus 2017 - 07:08:49 WIB
Kemensos Koordinasikan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Muna - Dibaca: 97 kali

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) merupakan program pemerintah pusat melalui tangan Kementrian Sosial RI untuk mengangkat harkat dan martabat suatu daerah dari derita kemiskinan. Program ini menyasar pada kawasan yang sama tidak tersentuh peradaban. karenanya pemberdayaan ini merupakan salah satu solusi untuk melahirkan peradaban baru bagi kawasan terpencil dan tertinggal. Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementrian Sosial Drs. Hasbullah, M.Si mengatakan bahwa menyebut bahwa beberapa kriteria hingga kawasan tersebut masuk dalam kategori KAT. Pertama adalah keterbatasan akses pelayanan sosial dasar. Kemudian komunitas itu tertutup, homogen dan penghidupannya tergantung kepada sumber daya alam. Wilayahnya marginal diedesaan dan perkotaan. Kemudian tinggal diwilayah perbatasan antar negara, daerah pesisir, pulau terluar dan terpencil. "Pemberdayaan KAT merupakan bagian dari nawacita Jokowi JK membangun indonesia dari pinggiran. Walau demikian pemberdayaan KAT tidak menggeser kearifan lokal," Kata Hasbullah dalam Rapat Koordinasi Kerja (Pokja) Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil di ruang rapat Sekda Muna, Rabu (23/8/2017). Pemberdayaan KAT ini tidak bisa bekerja sendiri tanpa kerjasama dari beberapa elemen birokrasi. Setidaknya ada 11 bidang yang berkaitan dengan pemberdayaan ini. Pertama persoalan pemukiman dan administrasi kependudukan. Kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan dan penyediaan akses kesempatan kerja. Lainnya yakni penyediaan akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial serta lingkungan hidup. Setiap instansi menangani bidang yang sesuai dengan disiplin kerjanya. Karenanya Kemensos mengapresiasi terbentuknya Pokja sebagau bentuk keseriusan Pemda Muna dalam menyambut program ini. Sementara itu asisten II Sekda Muna LM. Syarif Andi Muna mengatakan bahwa sasaran kerja ini berada dikampung lama. Dilokasi ini menurutnya cukup memprihatinkan. Pengalamannya ketika hujan lebat menyebabkan tanah menjadi tergenang dan berwarna merah. Anak-anak bermain ditempat itu. Rumah penduduk masih tradisional dan penduduknya banyak tersebar dibeberapa tempat. Kendala besar di kampung lama ini berkaitan dengan ketersediaan air. Tapi menurut mantan kepala inspektorat ini bahwa keberadaan air bersih bisa didapat dengan sentuhan tekhnologi. Kampung lama menurutnya punya air bawah tanah. Nah, persoalan paling mendasar juga tentang kepemilikan hak tanah. Beberapa warga sering mengklaim tanah tersebut miliknya padahal sejak dirinya lahir tanah dimaksud tidak pernah.terolah. Ketika program masuk disuatu tempat maka ramai suara klaim kepemilikan tanah. Kadis Sosial Muna LM. Satri menyebut bahwa lokasi pemberdayaan KAT bertempat di Desa Tongkuno Kecamatan Tongkuno. Dari desa induk lokasinya berjarak sekitar 5 Km. Untuk menempuh tempat ini tak satu pun kendaraan umum kesana kecuali menggunakan kendaraan sediri atau via ojek. Penduduk yang bermukim berjumlah 60 KK. Tercatat warganya sebanyak 290 jiwa. Tempat ini merupakan kali keempat pemberdayaan KAT setelah tiga sebelumnya didaearah lain di Kabupaten Muna. (eko)

Copyright © 2017 By Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Pemerintah Kab.Muna All rights reserved.